News

WORLD ORAL HEALTH DAY 2023 : SUDAHKAH ANDA MENJAGA KESEHATAN ORAL?

0 0
Read Time:3 Minute, 33 Second

WORLD ORAL HEALTH DAY 2023 : SUDAHKAH ANDA MENJAGA KESEHATAN ORAL?

APA SIH WOHD ITU?

World Oral Health Day (WOHD) merupakan peringatan  hari kesehatan oral dunia yang diperingati setiap tanggal 20 Maret. Hari kesehatan oral dunia secara rutin dirayakan setiap tahunnya dalam rangka meningkatkan atensi khalayak dunia untuk menjaga kesehatan oralnya.

KONDISI KESEHATAN ORAL INDONESIA DAN DUNIA 

Penyakit mulut atau oral diseases mempengaruhi hampir separuh populasi dunia (45% atau 3,5 miliar orang di seluruh dunia) dari kehidupan awal manusia hingga usia tua. Data Kesehatan Dasar Indonesia pada tahun 2018 menunjukkan bahwa sebagian besar masalah gigi dan mulut di Indonesia meliputi karies atau gigi berlubang dengan prevalensi 45,3% serta sebagian besar masalah mulut lainnya adalah  peradangan gingiva atau abses dengan prevalensi 14% (Kemenkes RI, 2020). Dewasa ini karies gigi merupakan masalah kesehatan baik di negara maju maupun negara-negara berkembang. World Health Organization (WHO) melansir data karies pada benua Eropa, Amerika, Asia, termasuk Indonesia didalamnya dengan prevalensinya mencapai 80- 90% dari anak-anak di bawah umur 18 tahun yaitu 6-12 tahun. Anak usia sekolah di seluruh dunia diperkirakan 90% pernah menderita karies, prevalensi terendah terdapat di Afrika. 

Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukkan bahwa prevalensi karies di Indonesia mencapai 57,6% (Kemenkes RI, 2018). Sedangkan menurut data dari PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia) dijelaskan bahwa sedikitnya 89% penderita karies adalah anak-anak. Hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) menyebutkan bahwa penduduk Indonesia pada usia 10 tahun keatas, sebanyak 46% mengalami penyakit gusi. Prevalensi karies di Indonesia jauh di atas target yang akan dicapai tahun 2020 dengan besaran 54,6%. Lima provinsi dengan prevalensi karies tertinggi adalah: 

(1) Bangka Belitung 88,1%, 

(2) Kalimantan Selatan 86,9%,

(3) Sulawesi Selatan 83,3%, 

(4) Kalimantan Barat 81,7%, 

(5) Sulawesi Barat 81,6%. 

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEHATAN  ORAL

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kondisi kesehatan gigi dan mulut seseorang antara lain sebagai berikut:

  • Kondisi Sosial Ekonomi
  • Usia
  • Jenis Kelamin
  • Lingkungan
  • Sikap serta Perilaku yang Berhubungan dengan Kesehatan Gigi dan Mulut

Perilaku pemeliharaan kesehatan dapat didefinisikan sebagai usaha-usaha yang dilakukan seseorang untuk memelihara atau menjaga kesehatan agar tidak sakit dan usaha penyembuhan dalam kondisi sakit. Peran perilaku sangat besar terhadap kesehatan gigi dan mulut maka diperlukan pendekatan khusus dalam membentuk perilaku positif terhadap kesehatan gigi. Perilaku memelihara kebersihan gigi dan mulut yang positif, misalnya kebiasaan menyikat gigi, sebaliknya perilaku yang negatif adalah tidak menyikat gigi secara teratur maka kondisi kebersihan gigi dan mulut akan kurang baik yang berpengaruh terhadap menurunnya kesehatan gigi dan mulut. Semakin baik perilaku membersihkan gigi, maka semakin baik tingkat kebersihan gigi dan mulut, sebaliknya semakin buruk perilaku membersihkan gigi, semakin buruk pula tingkat kebersihan gigi dan mulutnya.

TIPS MENJAGA DAN MENINGKATKAN KESEHATAN ORAL

Masalah kesehatan gigi dan mulut merupakan hal yang dapat dihindari dengan melakukan perawatan dan upaya preventif lainnya sejak dini. Perawatan gigi dan mulut sejak dini dalam menunjang kesehatan gigi salah wujudnya adalah perawatan gigi dan mulut pada masa anak-anak. Perawatan gigi anak dilakukan untuk menghindari kelainan atau gangguan gigi dan membuat gigi sehat, teratur, rapi, dan indah. Upaya ini membutuhkan peran aktif orang tua yang dijabarkan sebagai berikut

1. Membiasakan diri untuk tidak mengkonsumsi makan yang manis dan mudah melekat pada permukaan gigi

2. Menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan cara dengan memilih sikat gigi yang tepat, menyikat gigi dengan tepat, tepat waktu dalam menyikat gigi, tepat lamanya menyikat gigi dan teliti dalam menyikat gigi.

3. Melakukan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut ke Puskesmas maupun dokter gigi setiap 6 bulan sekali.

4. Membiasakan berkumur atau memakan buah-buahan yang mengandung serat dan berair selesai makan, jika belum sempat menyikat gigi.

PENULIS

Deomi Arsyad

I Komang Hindu Darma Putra

DAFTAR PUSTAKA

Adam, J.Z., Ratuela, J.E. (2022) Tingkat Pengetahuan Tentang Kebersihan Gigi Dan Mulut   Siswa Sekolah Dasar. Indonesian Journal of Public Health and Community Medicine Vol. 3 No. 1

Astannudinsyah, Ruwanda, R.A., Basid, A. (2019) Factors Realated To Dental Caries Status In Children At Min 1 City In Banjarmasin. Jurnal Kesehatan Indonesia, Volume. IX, Nomor. 3

Muzana, S.R., Lubis, S.P., Nizar, M.. (2022) Sosialisasi Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi Dan Mulut Terhadap Anak-Anak Di Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan. Volume 6 Nomor 3.

#HMKGAbiprayaAtyasa

#satucitareformasi

#FKUnud

#VivaHippocrates

About Post Author

HMKG FK Unud

HMKG terbentuk secara resmi pada tanggal 29 Desember 2013
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Hi, I’m HMKG FK Unud

HMKG terbentuk secara resmi pada tanggal 29 Desember 2013

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *